Bedah Rumah 1

Berkat Bantuan Bapak Harnojoyo, Dewi Akan Menikmati Rumah Layak Huni

Dewi (39) warga Jalan puding, tidak lama lagi akan menempati rumah yang layak lebih layak untuk dihuni,  hal ini di pastikan setelah kunjungan bapak H.  Harnojoyo kerumah tersebut.

Saat melihat langsung kondisi rumah berukuran 4×8 yang dihuni oleh janda tiga anak ini, Harnojoyo yang juga menjabat sebagai ketua DPD Partai Demokrat ini sempat terkejut dan haru serta sedib melihat kondisi rumah bu Dewi.

Harnojoyo berjanji dalam waktu dekat akan segera membantu agar keluarga Dewi dapat tinggal dirumah layak huni. “Tadi usai safari Subuh saya mampir, dan memang kondisinya memprihatinkan. Nanti kita pikirkan bantuan apa yang bisa diberikan,” jelasnya.

Harnojoyo menyampaikan, sudah menjadi hak setiap warga negara, mendapatkan kehidupan yang layak. Sejak dulu, saat dirinya aktif menjabat Walikota Palembang, program bedah rumah aktif dilakukan untuk membantu warga tidak mampu yang rumahnya tidak layak huni.

Bedah Rumah 2

 

“Tadi dari informasi, sebenarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan yayasan Budha Tzu Chi pernah mau melakukan bedah rumah Ibu Dewi ini. Karena lahannya sedikit bermasalah, jadi sampai sekarang belum tersentuh dan saya baru mengetahuinya,” ulasnya.

Dari hasil kunjungan tadi, salah satu kader Partai Demokrat siap membantu bedah rumah yang dihuni Dewi dan tiga anaknya ini. Termasuk nanti pihaknya akan mencoba menjembatani komunikasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terkait air bersih.

“Kita upayakan agar keluarga ini mendapat rumah yang layak, dan sumber air bersih. Karena, yang penting mereka bisa nyaman tinggal dirumah dan tidak perlu takut roboh dan kebocoran lagi. Tinggal kita lihat teknisnya seperti apa yang bisa dibantu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Dwi yang tinggal dijalan Puding, Kelurahan Kamboja, Kota Palembang, hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Dimana, rumah yang ditempati hampir roboh dan sudah habis termakan usia.

Dewi hanya bekerja sebagai tukang cuci pakaian di rumah warga dengan upah Rp 550 ribu/bulan. Penghasilan tersebut digunakan untuk kehidupan bersama dua putra dan seorang putrinya.

Suami Dewi, Effendi, diketahui telah meninggal 2 tahun lalu akibat serangan jantung. Semasa hidup, suami Dewi pun hanya bekerja sebagai penggali kuburan di kawasan Kamboja.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>