Wed. Feb 19th, 2020

Raih Predikat KaTa Kreatif 2019, Palembang Siapkan Sejumlah Program

2 min read

Pemerintah Kota Palembang Sumatera Selatan akan terus mengembangkan potensi wilayah sekaligus memberdayakan pelaku ekonomi kreatif.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Palembang Harnojoyo, usai presentasi perencanaan strategi dan peta jalan KabupatenKota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia 2019, di Hotel Alila Jakarta, Senin (24/6/2019).

“Tahun ini Kota Palembang mendapat predikat sebagai KaTa (Kabupaten Kota,red) Kreatif 2019 sub sektor kuliner, artinya kota kita sangat akan terbuka dengan para ekonomi kreatifnya dan ini akan terus kita kembangkan,” katanya.

Sebelumnya, Palembang terpilih dalam 10 KaTa Kreatif Indonesia 2019, sebuah program yang diluncurkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Dari 10, dipilih menjadi 4 KaTa Kreatif Indonesia yang terdiri dari 2 Kabupaten dan 2 Kota, yakni Kota Palembang dengan sub sektor unggulan kuliner, Kabupaten Majalengka dengan sub sektor unggulan seni pertunjukan, Kota Malang dengan sub sektor unggulan aplikasi dan pengembangan permainan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan sub sektor unggulan seni pertunjukan.

Harnojoyo menyebutkan, pihaknya akan membuat program, antara lain, pembentukan forum kreatif kota, workshop pelatihan ekonomi kreatif, kreasi kuliner pempek dan pembuatan konten foto serta video promosi kuliner, dan pembuatan tabloid pempek.

Selain program tersebut, Pemkot Palembang telah pula memberikan bantuan kredit tanpa bungan dan tanpa jaminan kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mengembangkan usahanya. “Sudah hampir 4000 pelaku UKM yang kita berikan bantuan ini,” kata Harnojoyo.

Ia berharap, dengan meraih predikat ini, wisata kuliner di kota tertua di Indonesia ini terus meningkat, khususnya kuliner pempek. “Kita akan dorong terus para pelaku bisnis, khususnya pempek, sehingga pempek ini bisa mengalahkan makan siap saji.”

Sebelumnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, menuturkan, pemilihan dan penetapan KaTa Kreatif Indonesia 2019 bukan untuk mendeklarasikan bahwa sudah Kreatif, tetapi sebagai bentuk dorongan agar kota tersebut berupaya keras dan cerdas untuk mampu mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif di kotanya.

“Empat KaTa Kreatif ini akan dilakukan pendampingan oleh Bekraf sampai dengan akhir tahun ini,” ujar Triawan.

Status sebagai KaTa Kreatif akan dilakukan evaluasi pada tahun berikutnya. Apabila ada kabupaten/kota dinilai gagal menyandang status tersebut, maka status tersebut akan dicabut.

“Status kreatif ini bisa dicabut, apabila kabupaten/kota tidak sesuai dengan visi misinya menjadi KaTa Kreatif. Kita berharap kota ini akan terus berkreatif dalam segala sub sektor,” kata Triawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Harnojoyo | Newsphere by AF themes.