Wed. Jun 3rd, 2020

Resmi, Hari Ini PSBB Mulai Diberlakukan

2 min read

Palembang- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ini Rabu (20/5) telah resmi diberlakukan di kota Palembang, hal ini disampaikan secara langsung oleh Walikota Palembang, Harnojoyo usai rapat pelaksanakan PSBB di Rumah Dinas Walikota Palembang.

“Tadi kita melaksanakan rapat terakhir, bahwa PSBB akan diberlakukan mulai hari ini selama 14 hari masa inkubasi dan akan berakhir pada 2 Juni 2020. Target PSBB itu mengurangi penurunan Covid-19 dan mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, ada beberapa hal PSBB yang dilakukan seperti Work From Home (bekerja dari rumah). Dan maksud dari PSBB ini tidak ada pemberhentian aktifitas, akan tetapi hanya pembatasan, yang biasanya kerja 8 jam dan sekarang kerja dibatasi hanya 5 jam.

“Waktunya nanti kita lihat keadaan dulu, contohnya gini supermaket buka dari jam 10.00 sampai 15.00 WIB. Kita berharap yang positif bisa sembuh dan yang belum jangan sampai tertular. Kita sama-sama menjaga diri dan menjaga keluarga kita. Kriterianya jaga jarak, kemudian tidak ada aktifitas yang penting untuk keluar rumah, kalau keluar pakai masker dan rajin cuci tangan,” terang Harno.

Ia menegaskan, untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN sama-sama mensoiasilisasikan. Serta ASN jangan sampai ada yang terjaring.

“Hari ini kita berikan teguran sekaligus sosialisasi. Jangan sampai PSBB menimbulkan penyakit yang baru. Serta perusahaan yang ada karyawannya 10 orang, akan kita batasi dan melakukan shift-shiftan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) kota Palembang, Asmadi menuturkan, mekanisme menjatuhkan hukuman, bahwa penerapan PSBB ini untuk menghindari dan mengurangi adanya percepatan dan penyebaran Covid-19, artinya penegakan sanksi menurut Perwali ini lebih diutamakan bersifat persuasif dan edukasi.

Sanksi yang bersifat humanis seperti teguran, sementara sanksi KUHP adalah upaya terakhir apabila masyarakat melakukan perlawanan dan menyerang petugas barulah kita tindak tegas.

“Bahwa proses hukuman ini dihararpkan seperti tindak pidana ringan (tipiring) dengan menghadirkan jaksa dan hakim dilapangan. Kalau ada yang terjaring petugas akan dibawa di satu posko dan disitulah akan diberikan sanksi,” terangnya.

Menurutnya, tujuan PSBB ini bukan menutup toko, bukan menghentikan transportasi tapi tujuannya ialah menghentikan penyebaran Covid-19.

“Kita semua berharap ini akan segera berakhir dan menjalankan aktifitas kembali normal. Dan kita semua sama-sama mematuhi aturan pemerintah,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Harnojoyo | Newsphere by AF themes.