Wed. Oct 23rd, 2019

IPAL Sei Selayur Palembang Masuk Tahap Tender

2 min read

Proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur masuk tahap tender. Jika tidak ada halangan Januari 2020 pelaksanaan kontrak kerja.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Palembang, H Harnojoyo usai menerima kunjungan kerja Australian Embassy Jakarta, di Pemerintah Kota Palembang terkait city sewerage project, Kamis (12/9).

“Sekarang masih tahap tender. Insya Allah, awal tahun 2020 tanda tangan kontrak untuk konstruksi instalasi dan booster pom,” ujar Harnojoyo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak, mengatakan, proses tender ini memakan waktu tiga bulan.

“Jadi awal tahun, Januari paling lambat Februari sudah tanda tangan kontrak kerja,” ujar Bastari.

Diakui Bastari, tender ini sudah kali kedua dilakukan, tender pertama gugur karena ada satu peserta.

“Makanya kita tender ulang. Alhamdulillah sudah dapat tiga kontraktor, yakni terdiri dari Jo Cina-Cina 1 dan Jo Australia dan Indonesia ada dua,” Bastari menuturkan.

Bastari menjelaskan, bantuan dana Australia untuk IPAL perkotaan sebesar 45 juta dolar atau Rp450 miliar untuk instalasi dan boster pom saja. Sedangkan untuk jaringan ke rumah, Pemkot Palembang masih membutuhkan Rp500 miliar.

Pihaknya sudah menerima bantuan dari pusat Rp200 miliar dan sharing dana Provinsi dan kota sebesar Rp300 miliar.

“Dana dari pusat sudah berjalan, yakni pembangunan pipa induk dari pusat kota ke lokasi IPAL sepanjang 8 km,” Bastari menyebutkan.

IPAL ini direncanakan 21.700 sambungan, difokuskan ke wilayah Ilir Barat, Bukit Kecil, Ilir Timur, Kalidoni dan Kemuning.

“Kalau sudah diserahkan, pengelolaannya ke PDAM Tirta Musi,” kata Bastari.

Sementara itu, Konselor Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur Australian Embassy, Anna Mc Nicol, mengatakan, tujuan kunjungannya untuk menyerahkan kerja sama serta penyampaian tidak keberatan bantuan dana Australia untuk pembangunan IPAL skala kota di Sei Selayur.

Dia mengatakan, nilai total kerjasama IPAL sebesar 109 juta dolar untuk 13 Kota di Indonesia.

“Palembang salah satunya dan mendapat 45 juta dolar,” ujarnya melalui penerjemah.

Diakuinya, pihaknya terus melakukan pendampingan dalam pembangunan IPAL.

“Kemarin pematangan lahan dan IPAL skala kota dibangun pemerintah pusat akan diserahkan ke pemerintah kota. Kemudian, selama pembangunan perlu dibantu, pendampingan. Tender baru mulai awal tahun 2020 dengan pengerjaan tiga tahun,” jelasnya.

Dia menegaskan, jaringan pipanya menuju sambungan ke rumah-rumah tanggung jawab dari pemerintah kota. Ana menyampaikan, pihaknya meminta dukungan bagaimana menyadarkan masyarakat betapa pentingnya proyek ini untuk kesehatan masyarakat.

“Cuma di tahap awal, bertahap karena untuk menyambung butuh proses. Masyarakat juga diimbau untu sabar, selama pembangunan akan banyak mengganggu aktifitas masyarakat, karena nantinya membangun di permukimam, perumahan dan perkantoran,” kata Ana.

Disinggung mengenai proses tersambungnya ke rumah warga secara menyeluruh, Anna mengatakan, membutuhkam wahtu 5-10 tahun kalau pengalaman di kota lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Harnojoyo | Newsphere by AF themes.